image blog harga promo diskon

Inilah Fungsi Umum Dari IP Address

Alamat IP itu sendiri biasanya memiliki banyak fungsi, baik untuk komputer, host, situs web atau untuk Internet itu sendiri. Berikut ini adalah beberapa manfaat dan fungsi dari alamat IP:

  1. Memberikan penomoran dan enkripsi unik pada setiap perangkat yang memiliki kartu antarmuka jaringan (NIC)
  2. Sederhanakan jaringan Internet dengan menjadikan perangkat menjadi simpul yang terhubung ke jaringan.
  3. Bantu jaringan mengidentifikasi lokasi perangkat yang terhubung dan juga server
  4. Pemrosesan permintaan dan pengiriman data dalam jaringan komputer.
  5. Menentukan “alamat” setiap perangkat dalam jaringan komputer, mulai dari server, host, domain, komputer pengguna / klien, hingga perangkat – perangkat keras jaringan komputer yang digunakan.

Selain fungsi secara umum, alamat IP juga memiliki 2 fungsi khusus, yaitu, sebagai identitas dan sebagai alamat lokasi nama host.

  1. Alamat IP sebagai identitas, fungsi ini memiliki koneksi dekat untuk menamai perangkat (nama host). Kami menyerupai manusia yang namanya digunakan sebagai identitas pribadi. Nah, pada komputer atau host, denominasi ini adalah angka biner antara 32 bit pada 128 bit.
  2. Alamat IP sebagai alamat atau lokasi suatu host. Fungsi ini adalah yang paling banyak digunakan. Biasanya, alamat IP sangat berguna untuk proses mentransfer data atau file dengan menggunakan server DHCP, menggunakan DNS dan lainnya.

Dapat dilihat bahwa dari pemahaman alamat IP dan fungsinya, alamat IP sangat diperlukan dalam jaringan komputer. Nah, ternyata saat berhadapan dengan alamat IP ini, ada beberapa cara.

Untuk memfasilitasi penggunaan alamat IP, sekarang ada beberapa teknik untuk mengklasifikasikan alamat IP dan kelas subnet. Pembagian kelas alamat IP terdiri dari 5, yaitu, kelas A, kelas B, kelas C, kelas D, dan kelas E. Perbedaan di setiap kelas adalah ukuran dan jumlah host. Penentuan kelas ini dilakukan dengan cara berikut:

Alamat IP kelas A

Bit pertama di alamat IP kelas A adalah “0”. Oleh karena itu, byte pertama dari alamat IP kelas A memiliki kisaran 0 hingga 127 dalam angka desimal. Di alamat IP kelas A, ada 127 jaringan dengan masing-masing jaringan dengan kapasitas sekitar 16 juta host. Alamat IP Kelas A disediakan untuk jaringan dengan sejumlah besar host, misalnya, dalam jaringan internet global.

Alamat IP kelas B

Dua bit dalam alamat IP kelas B selalu diatur ke “10”, jadi byte pertama selalu antara 128 dan 191 dalam angka desimal. Alamat IP di kelas B mampu mendukung 65.255 jaringan, di mana setiap jaringan dapat mendukung sekitar 65 ribu host.

Kelas alamat IP C

Alamat IP kelas ini umumnya digunakan untuk jaringan komputer skala kecil seperti LAN (Local Area Network). Tiga bit pertama dari alamat IP kelas C selalu diatur ke “111”. Alamat IP kelas ini dapat membentuk sekitar 2 juta jaringan dengan setiap jaringan yang memiliki 256 host.

Alamat IP Kelas D

Alamat IP kelas D digunakan untuk tujuan multicast. 4 bit pertama dalam alamat IP kelas D selalu diatur ke “1110”, sehingga byte pertama bervariasi dari 224 hingga 247 dalam angka desimal. Alamat IP kelas ini biasanya digunakan untuk tujuan khusus dan juga untuk tujuan multicast.

Alamat IP kelas E

Alamat IP Kelas E tidak benar-benar dimaksudkan untuk penggunaan umum dan hanya digunakan untuk tujuan eksperimental atau eksperimental. 4 bit pertama dalam alamat IP kelas ini selalu diatur ke “1111”, sehingga byte pertama bervariasi dari 248 hingga 255 dalam angka desimal.

Sementara itu, subnetting alamat IP dilakukan untuk mengatasi keterbatasan alamat IP, khususnya IPv4, yang secara teori, hanya mampu mengatasi 4.294.967.296 komputer atau host di seluruh dunia.